
Pertanyaannya adalah mengapa Vespa yang dipilih oleh Adidas dan ini ada di vespagap digest edisi 8

Dunia kampus ternyata juga tidak mau ketinggalan dalam memberikan apresiasinya terhadap eksistensi Vespa, di vespagap digest edisi 8 kami berikan kepada Anda suasana event Vespa di Univ. Trisakti Jakarta

Mari kita adu naik Vespa Polosan sama naik Vespa Full Asesoris, gimana rasanya ada di vespagap digest edisi 8

Saya kaget bukan kepalang ternyata sang Vespa abu-abu tersebut nangkring di garasi rumah, selanjutnya di vespagap digest edisi 8
![]() |
Saatnya publik vespa di Indonesia mengetahui keterangan juri mengapa sebuah Vespa menang dalam kontes (artikel: Mengapa Mereka Menang?)
Vespa-vespa yang tidak memiliki standar berdiri
and many more..., let's download guy's |

Cosa adalah scooter Piaggio pertama yang menanggalkan tulisan/emblem/badge Vespa di bagian depan yang diganti dengan tulisan/emblem/badge Piaggio.
1. Download Flip Viewer kemudian extract dan install (bagi yang telah menginstall software ini tidak perlu lagi mendownloadnya)
2. Download vespagap digest dengan mengclick cover depan edisi yang tersedia, kemudian extract dan buka file berextensi .opf
3. vespagap digest telah dapat dinikmati
4. Apabila ada kesulitan click here Masukan anda sangat berarti bagi perkembangan vespagap.com khususnya dan dunia vespa di Indonesia umumnya, terima kasih.

KUPAS TUNTAS VESPA SERIE VBB (Bag. 2)
versi bergambar tulisan ini ada dalam vespagap digest edisi 6 dan selanjutnya
SEKILAS SEJARAH VESPA SERIE VBB
Saat pertama kali diproduksi tahun 1960, Vespa VBB mengusung mesin 150cc yang merupakan evolusi dari generasi sebelumnya yakni VBA (1958-1960), dengan penyempurnaan dalam ukuran karburator menjadi Dellorto SI20/17C dan 4 speed sementara itu VBA berukuran karburator Dellorto SI20/17A dan hanya 3 speed (Leardi, Frisinghelli, Notari 1999...). Untuk melihat secara kasat mata perubahan yang mencolok dari generasi sebelumnya meliputi, tidak dibenamkannya lagi indicator light di handlebar (stang), penambahan garis maya melengkung di box bagasi dan mesin serta spakbor depan, model lampu belakang, stand shoe (karet sepatu standar) dan lain-lain.
Berdasarkan penampilan fisik yang diselaraskan dengan kemampuan mesinnya, VBB nampaknya salah satu varian yang dapat diterima oleh banyak kalangan pada masa itu. Ini dapat terlihat dari begitu banyaknya negara yang bekerjasama dengan Piaggio Italy dalam pengembangkan varian ini seperti di Jerman, Inggris, India bahkan Amerika Serikat. Yang dimana tentunya dengan penambahan disana-sininya sesuai aturan berkendaraan masing-masing negara bersangkutan. Akan tetapi di negeri tercinta sendiri varian VBB yang ada tidak memiliki perubahan spesifikasi, sama seperti dari negeri asalnya.
Nuansa lain yang menunjukkan varian ini dapat diterima publik adalah dari jumlah produksi jenis ini yang lebih dari 270.000an unit, dimana hingga dekade 1970an hanya dikalahkan oleh Vespa 150 Sprint (di negeri tercinta dikenal dengan nama Sprint Kotak, VLB1 1965-1974) yang berjumlah lebih dari 1.200.000an unit (Scooterstation, 2002...). Terlihat bahwa dari beberapa data tersebut menunjukkan bahwa deskripsi umum atas scooter/Vespa itu bulat cukup signifikan. (Bersambung, berikutnya Variant Vespa Serie VBB)
